Kota Mojokerto adalah sebuah kota di provinsi jawa timur. Terletak 50 km barat daya surabaya, wilayah kota ini dikelilingi oleh kabupaten mojokerto. Kota ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dilihat
dari penerimaan asli daerah setiap tahun mengalami peningkatan.
Pembentukan Pemerintah
www.panoramio.com/m/photo/38113716 Mojokerto melalui suatu proses kesejahteraan
yang diawali melalui status sebagai staadsgemente, berdasarkan keputusan
Gubernur Jendral Hindia Belanda Nomor 324 Tahun 1918 tanggal 20 juni 1918.
Pada masa Pemerintahan Penduduk Jepang berstatus Sidan diperintah oleh seorang Si Ku Cho dari 8 mei 1942sampai dengan 15 agustus 1945.
Pada zaman revolusi 1945 - 1950 Pemerintah Kota Mojokerto di dalam pelaksanaan Pemerintah menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan diperintah oleh seorang Wakil Walikota disamping Komite Nasional Daerah.
Daerah Otonomi Kota Kecil Mojokerto berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950, tanggal 14 agustus 1950 kemudian berubah status sebagai Kota Praja menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957.
Setelah dikeluarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 berubah menjadi Kotamadya Mojokerto. Selanjutnya berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974.
Selanjutnya dengan adanya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, tentang Pemerintahan Daerah, Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto seperti Daerah-Daerah yang lain berubah Nomenklatur menjadi Pemerintah Kota Mojokerto.
Pada masa Pemerintahan Penduduk Jepang berstatus Sidan diperintah oleh seorang Si Ku Cho dari 8 mei 1942sampai dengan 15 agustus 1945.
Pada zaman revolusi 1945 - 1950 Pemerintah Kota Mojokerto di dalam pelaksanaan Pemerintah menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan diperintah oleh seorang Wakil Walikota disamping Komite Nasional Daerah.
Daerah Otonomi Kota Kecil Mojokerto berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950, tanggal 14 agustus 1950 kemudian berubah status sebagai Kota Praja menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957.
Setelah dikeluarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 berubah menjadi Kotamadya Mojokerto. Selanjutnya berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974.
Selanjutnya dengan adanya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, tentang Pemerintahan Daerah, Kotamadya Daerah Tingkat II Mojokerto seperti Daerah-Daerah yang lain berubah Nomenklatur menjadi Pemerintah Kota Mojokerto.
Mojokerto pernah menjadi sebuah kawedanan
dengan Asisten Wedana Bapak Supardi Brototanoyo. Perkembangan selanjutnya Bapak
Supardi Brototanoyo menjadi Wedana dan terakhir menjadi Walikota Mojokerto pada
saat itu.
Alun-alun
Kota Mojokerto terletak di pusat kota. Bagi
warga Kota Mojokerto dan sekitarnya dulu merupakan tempat rekreasi sekaligus
sebagai sarana bersantai bagi keluarga di akhir pekan.namun Sekarang Alun -
Alun di kosongkan dan Pedagangnya di Pindahkan ke Jl.Benteng Pancasila yang
tidak jauh dari Kediaman Walikota Mojokerto.
Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat
merupakan salah satu gereja tertua di Kota Mojokerto dan merupakan peninggalan
zaman Belanda. Masjid Agung Al-Fattah didirikan pada zaman Belanda tepatnya
pada tanggal 7 Mei 1878 berada di pusat kota sebelah Barat Aloon-aloon.
Klenteng Hok Siang Kiong didirikan pada tahun
1895. Ciri khas kedua bangunan itu adalah bentuk arsitekturnya yang khas Cina.
Bagi mereka yang senang berolahraga dapat menempuh perjalanan 1 km di arena jogging track di Dermaga sungai Brantas Indah. Di lokasi
ini juga terdapat warung lesehan yang menyediakan beberapa macam makanan.
Rekreasi keluarga lainnya dapat dikunjungi Pemandian Sekar Sari terletak di
tengah kota. Tempat rekreasi ini dilengkapi kolam renang dengan fasilitas
bermain untuk anak-anak, wartel, toko alat-alat olah raga dan rumah makan yang
menjual beraneka ragam makanan (bakso, kikil, soto ayam, dan lain-lain).
Jalan Benteng Pancasila, Kecamatan Magersari
merupakan pusat keramaian terbaru di kota Mojokerto. Di Jalan Ini terdapat
Pusat Jualan PKL yang menjual beragam produk dari produk garmen sampai sepatu
dan tas. selain itu juga Jalan Benteng Pancasila tau biasa disebut Benpas
merupakan tempat berkumpul kawula muda Mojokerto dan wilayah sekitarnya seperti
Sidoarjo, Jombang, Lamongan, Nganjuk, Kediri, Surabaya hingga Pasuruan di malam
minggu dan di hari libur nasional.
Selain itu disini terdapat situs sejarah yang
dilindungi situs trowulan karena merupakn pusat kerajaan Majapahit pada masa lalu.
Mojokerto
terkenal dengan camilan khasnya yaitu onde-onde. tahu tek/lontong di kota mojokerto banyak sekali toko yang
menjual onde-onde yaitu bu liem salah satunya. sekarang ini kita juga sering
menjupai di jalan raya by pass banyak sekali toko penjual onde-onde berbagai
rasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar